Subscribe For Free Updates!

We'll not spam mate! We promise.

Minggu, 21 Februari 2016

CARA MENDAPATKAN UANG DI INTERNET DENGAN LIST PAID SURVEY

Belajar_internet, Siswa_Komputer
Visiuniversal---Warga Belajar dan siswa sekalian, kita akan lanjutkan diskusi kita tempohari tentang mendapatkan penghasilan mudah dari Internet, kemaren bapak pernah bilang, dari pada buka-buka internet yang tidak bermanfaat dan kontennya tidak jelas, buang-buang waktu dan hanya menghabiskan koata internet kamu, mending kita cari uang dengan internet, kita bisa mendapatkan uang dan barang berharga dari internet hanya dengan mengisi survei dan angket, ada yang tidak percaya?, nah berikut ini akan kita perkenalkan sebuah kegiatan atau program yang bisa menghasilkan duit hanya dengan mengikuti survei tersebut, program ini disebut List Paid survey.

Apa itu List Paid survey ?

Mungkin sebagian warga belajar dan siswa bertanya-tanya Apa itu list Paid survey?, bagaimana hingga bisa memberikan penghasilan pada kita?, Berapa kita dibayar?

Pada dasarnya List Paid Survey adalah suatu situs, www, website yang menjalankan salah satu bisnis online yang melibatkan pengunjung atau pemirsa untuk mengisi survei,  Pengertian cara kerja  bisnis online ini kita di bayar untuk mensurvey suatu barang atau produk bahkan juga untuk mensurvey sebuah web. Untuk tiap survey yang kita selesaikan dengan sempurna kita akan di bayar sekita $0.1 sampai dengan $1 bahkan bisa lebih banyak.

Untuk harga per survey tergantung dari situs Paid Survey masing-masing, selain itu biasanya Paid Survey memiliki payout minimum yang lumayan tinggi, tetapi ada juga yang tidak memakai payout minimum. Satu hal yang tidak mengenakan dalam bisnis ini adalah ketidak pastian dari barang atau produk yang akan di Survey. Jadi kita harus sering-sering berkunjung untuk melihat sudah adanya barang atau produk yang hendak di Survey.

Sedangkan untuk metode pembayaran tiap masing-masing paid survey berbeda, tetapi kebanyakan menggunakan Paypal atau Cek langsung. Sementara untuk waktu pembayaran tergantung dari kebijakan Paid Survey masing-masing.

Berikut ini adalah list atau daftar dari situs paid survey terpercaya 2015-2016 yang menerima pendaftaran dari Indonesia. Daftar online survey ini merupakan situs paid survey Indonesia yang admin SurveiDibayar.com pernah ikuti. Sebagian besar situs paid survey Indonesia tersebut sudah terbukti membayar dan bukan merupakan online survey penipu. Admin SurveiDibayar juga sudah memberikan review dan bukti pembayaran paid survey Indonesia tersebut pada postingan di blog ini. Klik pada nama online survey untuk untuk mendaftar paid survey gratis.

iPanelOnline
Ann-Kate
Nusaresearch
Toluna
PaidViewPoint
YouGov
SurveyOn
SpiderMetrix
ViewFruit
SurveySavvy
SocraticForum
PalmResearch
ExcitePoint
PoinWeb
Vivatic
GlobalTestMarket
AIPSurveys
Ipoll
FocuslineSurveys
Thepanelstation
Opini
Mobrog
Questmindshare
Yoursay
Testspin
ProlificAcademic
MySoapBox
ViewPointPanel

Demkianlah tentang List situs paid survey, dan daftar
List situs paid survey  Indonesia ini akan selalu admin visiuniversal update jika ada situs paid survey gratis baru, yang menerima pendaftaran dari Indonesia dan situs online survey tersebut terbukti membayar serta bukan merupakan online survey penipu--alias abal-abal, cek aja disini!!. Semoga bermanfaat. terimaksih.
- Hallo Gan Informasi Tecnologhy .

CARA MENDAPATKAN UANG DI INTERNET DENGAN LIST PAID SURVEY
Judul Artikel : CARA MENDAPATKAN UANG DI INTERNET DENGAN LIST PAID SURVEY

lihat juga


Selasa, 09 Februari 2016

10 PENYEBAB UTAMA TERJADINYA KECELAKAAN DI JALAN

Visiuniversal--Kecelakaan di jalan raya khususnya bagi pengendara kendaraan bermotor, bisa terjadi kepada siapa saya yang sedang mengemudikan kendaraannya, baik kendaraan bermotor maupun tidak bermotor. Sebagian besar kecelakaan ini terjadi karena kelalaian atau kelengahan dari pengendara sendiri. Berikut ini 10 sepuluh penyebab utama terjadinya kecelakaan dijalan yang dapat mengakibatkan korban jiwa, menurut Kepolisian Negara Republik Indonesia Korps Lalu Lintas :

1. Pengemudi tidak disiplin
2. Tidak terampil dalam berkendara
3. Emosional, Ngantuk
4. Kecepatan tinggi
5. Tidak memelihara Jalur dan Jarak Aman
6. Kendaraan Tidak Laik Jalan
7. Ban Pecah
8. Jalan licin, Rusak
9. Pandangan Tidak Bebas
10.Mabok Karena Mengkonsumsi Miras dan atau Narkoba.
Karena itu untuk ketertiban dan Keselamatan Setiap orang yang menggunakan jalan wajib:
a. Berperilaku tertib; dan / atau
b. Mencegah hal-hal yang dapat merintangi, membahayakan keamanan dan keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, atau yang dapat menimbulkan kerusakan jalan. (Pasal 105 UU No.22 Tahun 2009)

Pada Pasal 106 UU Nomor 22 Tahun 2009, juga di sebutkan bahwa :

(1) Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib:
a. mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi
b. Mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki dan pesepeda.
c. Mematuhi ketentuan tentang persyaratan teknis dan laik jalan
d. mematuhi ketentuan :
  1. rambu perintah atau rambu larangan;
  2. Marka jalan;
  3. alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas;
  4. gerakan Lalu Lintas;
  5. berhenti dan parkir;
  6. peringatan dengan bunyi dan sinar;
  7. kecepatan maksimal atau minimal; dan/atau
  8. tata cara penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain.
(2) Pada saat diadakan pemeriksaan Kendaraan Bermotor di jalan setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor wajib menunjukan :
a. Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor;
b. Surat Izin Mengemudi;
c. bukti lulus uji berkala; dan/atau
d. tanda bukti lain yang sah

(3) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih di jalan dan penumpang yang duduk di sampingnya wajib mengenakan sabuk keselamatan.

(4) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah di jalan dan penumpang yang duduk disampingnya wajib mengenakan sabuk keselamatan dan mengenakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia.

(5) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor dan Penumpang Sepeda Motor wajib mengenakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia.

(6) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor tanpa kereta samping dilarang membawa Penumpang lebih dari 1 (satu) orang.

Demikian 10 sepuluh penyebab utama terjadinya kecelakaan dijalan yang dapat mengakibatkan korban jiwa, semoga bermanfaat, terimakasih.
 
- Hallo Gan Informasi Tecnologhy .

10 PENYEBAB UTAMA TERJADINYA KECELAKAAN DI JALAN
Judul Artikel : 10 PENYEBAB UTAMA TERJADINYA KECELAKAAN DI JALAN

lihat juga


Senin, 08 Februari 2016

PENGERTIAN DAN FUNGSI MARKA JALAN UNTUK LALU LINTAS

Visiuniversal--Warga Belajar dan siswa sekalian, beberapa waktu yang lalu kita kedatangan Bapak/ibu Polisi yang mengkampanyekan tentang keselamatan berlalu lintas di sekolah-sekolah. Dalam tulisan kali ini kita akan membahas tentang fungsi dan jenis kategori Marka jalan untuk pengguna jalan lalu lintas. Ini terkait dengan disiplin dan keselamatan bagi kita para pengguna kendaraan bermotor.

Marka jalan adalah suatu tanda yang berada di permukaan jalan atau di atas permukaan jalan yang meliputi peralatan atau tanda yang membentuk garus membujur, garis melintang, garis serong, serta lambang yang berfungsi untuk mengarahkan arus lalu lintas dan membatasi daerah kepentingan lalu lintas (UU No.22 pasal 1 ayat 18).

Fungsi marka jalan adalah untuk mengatur lalu lintas, dimana marka jalan dibagi dalam beberapa kategori sebagai berikut :
a) Marka Membujur
- Garis utuh, berfungsi sebagai larangan bagi kendaraan untuk melintas garis tersebut.
- Garis putus-putus, merupakan pembatas jalur yang berfungsi mengarahkan lalu-lintas atau memberi peringatan akan ada Marga Membujur yang berupa garis utuh di depan.
- Garis ganda yang terdiri dari garis utuh dan Garis putus-putus, menyatakan bahwa kendaraan yang berada di sisi garis utuh dilarang melintasi garis ganda tersebut, sedangkan kendaraan yang berada pada sisi garis putus-putus dapat melintasi garis ganda tersebut.
- Garis ganda yang terdiri dari dua garis utuh, memberikan informasi bahwa kendaraan dari masing-masing sisi jalan dilarang melintasi garis tersebut.

b) Marka Serong
Marka serong berupa garus utuh dilarang dilintas kendaraan dan untuk menyatakan pemberitahuan awal atau akhir pemisah jalan. Marka serong yang dibatasi dengan angka garus utuh digunakan untuk menyatakan daerah yang tidak boleh dimasuki kendaraan, sedangkan marka serong yang dibatasi dengan garis putus-putus digunakan untuk menginformasikan bahwa kendaraan tidak boleh lewat sampai mendapat kepastian selamat.

c) Marka lambang 
merupakan panah, segi tiga atau tulisan digunakan untuk mengulangi maksud dari rambu lalu-lintas, marka lambang digunakan khusus untuk menyatakan pemberhentian Mobil, Bus untuk menaikan dan menurunkan penumpang, disamping itu pula menyatakan pemisahan arus lalu-lintas sebelum mendekati persimpangan yang ada lambangnya berbentuk panah.

d) Marka Lainnya
Marka lainnya diantara lain adalah marka untuk menyebrangi jalan (Zebra Cross) yaitu marka yang berupa garus utuh yang membujur tersusun melintang jalur lalu-lintas dan marka berupa dua garis untuh melintang jalur lalu-lintas, sedang marka untuk menyatakan tempat penyebrangan sepeda dipergunakan dua garis putus-putus berbentuk bujur sangkar atau belah ketupat dan paku jalan yang memantulkan cahaya dapat disebut dengan marka lainnya sebagai berikut :
  1. Paku jalan (Road Studs) terbuat dari logam plastik atau keramik. Paku jalan digunakan sebagai tanda garis tengah jalan, dimana paku jalan dilengkapi dengan reflector (Alamat pemantul cahaya) agar terlihat pada malam hari. Paku jalan ini biasanya digunakan pada marka garis membujur sebagai batas pemisah lajur atau pun sebagai batas kiri dan kanan badan jalan.
  2. Delineator terbuat dari bahan plastik atau fiberglass, digunakan sebagai tanda pembatas tepi jalan. Biasanya berbentuk lempengan tiang-tiang dan mempergunakan cat berwarna merah atau putih yang memantulkan cahaya saat terkena cahaya lampu kendaraan di malam hari.
  3. Traffic Cones merupakan alat pengendali lalu lintas yang bersifat sementara yang berbentuk kerucut berwarna merah dan dilengkapi dengan alat pemantul cahaya (reflector).

Demikianlah tentang pengertian dan fungsi Marka jalan untuk tertip berlalu lintas, semoga dapat bermanfaat dan meningkatkan kesadaaraan tentang berlalu lintas yang baik untuk para siswa dan warga belajar sekalian, terimakasih.   
- Hallo Gan Informasi Tecnologhy .

PENGERTIAN DAN FUNGSI MARKA JALAN UNTUK LALU LINTAS
Judul Artikel : PENGERTIAN DAN FUNGSI MARKA JALAN UNTUK LALU LINTAS

lihat juga


AGEN-AGEN SOSIALISASI

Kelompok Belajar
Visiuniversal-- Warga belajar dan siswa sekalian, dalam pembahasan materi Sosiologi kali ini kita akan memahami tentang agen-agen sosialisasi, Yang dimaksud dengan agen sosialisasi atau media sosialisasi adalah pihak-pihak yang melaksanakan sosialisasi. Dalam sosiologi terdapat empat agen atau media sosialisasi yang utama, yaitu keluarga, kelompok sebaya atau sepermainan, sekolah atau kelompok belajar, dan media masa.

1. Keluarga

Pada awal kehidupan seseorang, agen atau media sosialisasi yang utama adalah keluarga. Peran keluarga sebagai agen sosialisasi yang pertama terletak pada pentingnya pengenalan kebiasaan-kebiasaan yang diajarkan dalam tahap ini. Pada tahap ini seorang anak belajar berkomunikasi lewat pendengaran, penglihatan, perasa, dan sentuhan fisik. Sosialisasi pada tahap awal ini sangat penting, karena pada periode inilah kemampuan-kemampuan tertentu diajarkan.

Proses sosialisasi akan gagal, jika proses itu terlambat dilakukan. Seperti gambar berikut ini, melalui interaksi dalam keluarga, anak mempelajari kebiasaan, sikap, perilaku, dan nilai-nilai budaya yang diyakini dalam keluarga maupun masyarakat.

Nilai-nilai budaya yang tumbuh di masyarakat berguna untuk mencari keselarasan atau keharmonisan hidup. Nilai-nilai budaya ini diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan nilai dimungkinkan sesuai dengan tuntutan jaman, asalkan menuju perbaikan.

Oleh karena itu, proses sosialisasi dalam setiap diri anak sangat penting. Proses sosialisasi ini dimulai dari lingkungan keluarga, yaitu bagaimana suatu keluarga mempunyai pola asuh yang sesuai dengan budaya keluarga itu. Jadi keluarga mempunyai fungsi sosialisasi, antara lain :

a. Sebagai tempat awal perwarisan budaya agar anak terbiasa dengan aturan yang dianut oleh masyarakat setempat.

b. Merupakan wadah pembentukan watak, kepribadian, budi pekerti agar anak dapat berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang dianut oleh masyarakat setempat.

Uraian di atas merupakan proses sosialisasi di keluarga yang ideal. Adakalanya proses sosialisasi berlangsung tidak sempurna dikarenakan ada beberapa faktor. Misalnya, ada pergeseran nilai tentang peran perempuan. Dewasa ini, di Indonesia telah berkembang nial budaya bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga saja, tetapi juga sebagai perempuan pekerja yang berkarir atau menjadi tenaga tenaga kerja wanita yang bekerja di luar negeri. Perubahan ini bedampak pada pola asuh anak, pengasuhan anak tidak hanya oleh orang tua, tetapi dibantu oleh pengasuh anak atau keluarga dari orang tua. Hal ini akan berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian anak.

Sosialisasi primer yang berlangsung dikeluarga merupakan awal dari pembentukan kepribadian anak. Bahwa anak merupakan makhluk yang rentan, tergantung, lugu, dan memiliki kebutuhan-kebutuhan khusus, sehingga anak memerlukan perawatan dan perlindunga yang khusus pula. Keluarga yang harmonis, penuh cinta kasih, dan pengeritian adalah tempat untuk berkembangnya secara penuh baik fisik maupun mental. Namun, ada sejumlah kondisi anak-anak Indonesia tergolong dalam kondisi yang kurang beruntung.

Keluarga dengan tekanan ekonomi yang berat merupakan salah satu faktor yang berdampak pada pola asuh terhadap anak. anak yang seharusnya masih berada pada usia sekolah terpaksa membantu orang tua untuk bekerja. Keadaan ini menjadi parah, karena 80 persen dari pekerja anak terutama di pedesaan, mereka bekerja tanpa dibayar. Akibat dari itu semua perkembangan diri anak menjadi terganggu. Anak mengalami kekerasan fisik, putus sekolah, salah pergaulan, yang pada umumnya tidak memperbaiki kodrat mereka sebagai anak. Di bawah ini, contoh kasus perjalanan bagaimana seorang anak menjadi anak jalanan.

2. Kelompok Sebaya atau Sepermainan (peer group)

Anak setelah bisa berjalan dan berbicara, juga membutuhkan kegiatan bermain. Interaksi dengan orang lain atau teman sebaya, membuat anak mengenal beragam aturan tentang peranan setiap individu. Seperti gambar di bawah ini, anak-anak begitu ceria dengan teman sepermainannya.

Dengan bermain anak mengenal nilai-nilai solidaritas, keadilan, toleransi, dan kebenaran. Semakin bertambah usai anak, media sosialisasi kelompok sebaya memberi pengaruh yang begitu besar dalam pembentukan kepribadian seseorang.

Seseorang tidak bisa melepaskan hubungannya dengan jaringan kelompok. Kelompok adalah tiap kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Sebagai remaja, kamu dituntut selektif pada saat menentukan keanggotaan dalam berkelompok. Sikap-sikap apa saja yang harus kita tunjuk dalam berinteraksi sosial dengan teman-teman kita?

a. Sikap toleran terhadap keragaman perilaku
Keragaman perilaku akan menentukan pada kelompok mana seorang remaja akan bergabung. Bentuk kelompok dibedakan menjadi dua, yaitu kelompok sendiri dan kelompok luar. Kelompok sendiri adalah kelompok dimana aku menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok luar adalah kelompok yang aku tidak menjadi anggota kelompok itu. Kedua bentuk kelompok itu sangat penting karena dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Kelompok sendiri mengharapkan anggota kelompok mendapatkan pengakuan, kesetiaan, dan pertolongan. Dari kelompok luar kita menerima sikap permusuhan atau persaingan. Untuk itu sikap toleransi diperlukan untuk melihat keragaman perilaku antar teman. Karena dengan bersikap toleran, pertentangan dapat dihidari dan akan tercipta keselarasan dalam hubungan antar kelompok.

b. Sikap kritis dalam menentukan kelompok
Seseorang dalam menentukan pilihan untuk bergabung dengan kelompok harus bersikap kritis. Dilihat dari tipe hubungan kelompok dapat dibedakan menjadi kelompok primer dan kelompok sekunder. Kelompok primer adalah kelompok dimana kit dapat mengenal sebagai seorang pribadi yang akrab. Dalam kelompok primer hubungan bersifat tidak resmi, akrab, dan personal. Contoh, kelompok yang mempunyai kesamaan hobi, kesamaan tempat tinggal, dan sebagainya. Sedangkan kelompok sekunder adalah lebih bersifat resmi, dna didasarkan pada tujuan. Contohnya adalah kelompok belajar, kelompok ilmiah remaja, dan sebagainya. Kelompok primer lebih menekankan pada hubungan, sedangkan kelompok sekunder lebih berorientasi pada tujuan. Seorang siswa harus bersikap kritis dalam menentukan pilihan berkelompok. Kelompok sebaiknya bisa membentuk kepribadian seseorang untuk berperilaku lebih baik. Kekeritisan seseorang dibutuhkan terutama dalam lingkungan yang keras. Munculnya anak-anak jalanan tidak semata-mata karena tekanan ekonomi keluarga, tetapi terjadinya kekerasan dalam keluarga juga menjadi pemicu anak-anak terdampar di jalanan. Anak-anak jalanan sangat rentan terhadap perjudian, penyalahgunaan obat-obatan, dan kekerasan dalam kelompok mereka. Anak-anak terjerumus demikian, karena mereka tinggal dengan orang yang memperkerjakan mereka atau dengan rekan keraja yang lebih dewasa. Sedangkan, kebutuhan dan gaya hidup mereka berbeda. Kondisi ini memengaruhi perkembangan psikologis anak. Contoh, anak-anak yang berkerja sebagai operator jermal dan pemancingan melakukan perjudian dan merokok. Oleh karena itu, seleksi terhadap kelompok bergaul menjadi sesuatu yang berharga, agar tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif. Pemerintah dan masyarakat diharapkan memahami keberadaan anak-anak jalanan dengan tidak bertindak sewenang-wenang, tetapi berpartisipasi untuk mengembalikan mereka ketempat yang aman dan layak.


3. Sekolah atau Kelompok Belajar

Sekolah sebagai jalur pendidikan formal atau kelompok belajar, adalah bagian dari pendidikan non formal merupakan agen sosialisasi yang mengajarkan hal-hal baru yang tidak diajarkan dikeluarga maupun dalam interaksi dengan kelompok sebaya.

Kelompok belajar mempersiapkan peran-peran baru untuk masa mendatang saat seseorang tidak tergantung lagi pada orangtuanya. Selain mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang bertujuan mengembangkan intelektual anak, kelompok belajar atau sekolah juga membekali peserta didik dengan kemandirian, tanggung jawab, dan tata tertib.

Peran pemerintah maupun masyarakat yang aktif dan peka terhadap potensi di wilayahnya, memberi peluang untuk menyejahterakan masyarakat dengan meningkatkan keterampilan mereka. Contoh, keterampilan yang dibina oleh lembaga-lembaga pendidikan nonformal, disesuaikan dengan kondisi geografis lembaga penyelenggara kegiatan keterampilan tersebut.

4. Media Massa

Media Massa meliputi media cetak yaitu surat kabar, majalah atau tabloid, dan media elektronik, antara lain radio, televisi, internet, film. Media massa, dewasa ini berperan besar sebagai media sosialisasi. Sikap kritis dari setiap individu akan mampu menyaring beragam informasi yang sangat gencar diberikan oleh media massa.

Gencarnya tayangan iklan di media cetak atau media elektronik mendorong manusia untuk berperilaku konsumtif. Pedagangan bebas dan pesatnya teknologi informasi membuat arus barang dari negara satu ke negara lain bergerak cepat. Demikian pula gaya hidup yang mengarah pada pola konsumtif dan cara perolehannya yag mudah menjadi ancaman bagu budaya lokal. Film atau sinetron yang menayangkan budaya kekerasan menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari pada saat seseorang terlibat suatu masalah.

Demikian juga beragam hiburan televisi yang mengarah pada budaya pop, mudah dinikmati setiap saat dengan beragam bentuk dari berbagai stasion televisi yang begitu banyak.

Di sisi lain, media massa memberikan manfaat dalam menyebarkan ilmu pengetahuan atau membuka wawasan seseorang dalam menyikapi berbagai informasi. Misalnya, masalah tenaga kerja Indonesia ilegal di Malaysia. Dari media massa kita mendapatkan informasi apa dampak bila menjadi TKI secara ilegal, apa saja prosedur yang seharusnya dilakukan oleh TKI. Beragam informasi mengelilingi kita, bagaimana kita menyikapi informasi itu ditentukan oleh kepribadian masing-masing individu.

3. Bentuk Sosialisasi

Sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder adalah dua bentuk sosialisasi. Sosialisasi primer adalah sosialisasi yang berlangsung pada  tahap awal kehidupan seseorang sebagai manusia. Sosialisasi ini terjadi di lingkungan keluarga, yang mengajarkan anak untuk belajar menjadi anggota masyarakat.

Sedangkan sosialisasi sekunder adalah proses yang memperkenalkan seseorang dalam lingkungan diluar keluarganya. Sosialisasi sekunder berlangsung di kelompok belajar, lingkungan kerja, kelompok bermain, maupun media massa.
 
Sumber : Modul Paket C Setara SMA Kelas X tahun 2004
 
- Hallo Gan Informasi Tecnologhy .

AGEN-AGEN SOSIALISASI
Judul Artikel : AGEN-AGEN SOSIALISASI

lihat juga


Senin, 01 Februari 2016

HASIL REKAFITULASI UKG 2015 DARI KEMDIKBUD

Dari hasil test GTK pada UKG 2015 lalu, maka diperoleh hasil Sebanyak tujuh provinsi mendapat nilai terbaik dalam penyelenggaraan uji kompetensi guru (UKG) tahun 2015. Nilai yang diraih tersebut merupakan nilai yang mencapai standar kompetensi minimum (SKM) yang ditargetkan secara nasional, yaitu rata-rata 55. Tujuh provinsi tersebut adalah DI Yogyakarta (62,58), Jawa Tengah (59,10), DKI Jakarta (58,44), Jawa Timur (56,73), Bali (56,13), Bangka Belitung (55,13), dan Jawa Barat (55,06).


Uji kompetensi guru (UKG) tahun 2015 menguji kompetensi guru untuk dua bidang yaitu pedagogik dan profesional. Rata-rata nasional hasil UKG 2015 untuk kedua bidang kompetensi itu adalah 53,02. Selain tujuh provinsi di atas yang mendapatkan nilai sesuai standar kompetensi minimum (SKM), ada tiga provinsi yang mendapatkan nilai di atas rata-rata nasional, yaitu Kepulauan Riau (54,72), Sumatera Barat (54,68), dan Kalimantan Selatan (53,15).

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Sumarna Surapranata mengatakan, jika dirinci lagi untuk hasil UKG untuk kompetensi bidang pedagogik saja, rata-rata nasionalnya hanya 48,94, yakni berada di bawah standar kompetensi minimal (SKM), yaitu 55. Bahkan untuk bidang pedagogik ini, hanya ada satu provinsi yang nilainya di atas rata-rata nasional sekaligus mencapai SKM, yaitu DI Yogyakarta (56,91).

“Artinya apa? Pedagogik berarti cara mengajarnya yang kurang baik, cara mengajarnya harus diperhatikan,” ujar Pranata usai konferensi pers akhir tahun 2015 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, (30/12/2015).

Pranata mengatakan, setelah nilai UKG dilihat secara nasional, nanti akan dilihat lagi secara rinci hasil UKG per kabupaten/kota, dan hasil UKG per individu (guru). “Ada pertanyaan, ini data hasilnya mau diapakan? Dengan data ini kita dapat potret untuk kita memperbaiki diri katanya.

Ia mencontohkan, ada guru yang mendapat nilai rata-rata 85. Namun meskipun nilai tersebut baik, setelah dianalisis hasilnya, guru tersebut memiliki kekurangan di beberapa kelompok kompetensi. “Dia ada kekurangan di tiga kelompok, yaitu kelompok kompetensi 1, kelompok kompetensi 4, dan kelompok kompetensi 6. Maka dia harus memperbaikinya,” tutur Pranata. Salah satu instrumen untuk meningkatkan kompetensi guru itu adalah dengan pelatihan dan pendidikan yang lebih terarah sesuai dengan hasil UKG.

Baca selanjutnya tentang tindak lanjut UKG 2015, yang terkait dengan kegiatan pembelajaran GTK tahun 2016.. Karena Bagi GTK yang tidak lulus atau rendah nilai UKGnya maka akan diberikan kegiatan Pelatihan atau pembelajaran GTK di tahun 2016 ini.
- Hallo Gan Informasi Tecnologhy .

HASIL REKAFITULASI UKG 2015 DARI KEMDIKBUD
Judul Artikel : HASIL REKAFITULASI UKG 2015 DARI KEMDIKBUD

lihat juga


Minggu, 31 Januari 2016

RAHASIA CEPAT BELAJAR MEMBACA AL-QUR-AN

Visiuniversal--Pada masa hidup Nabi Muhammad saw, perhatian umat terhadap kitab al-Qur’an ialah memperoleh ayat-ayat al-Qur’an itu dengan cara mendengarkan, membaca, dan menghafalkannya secara lisan dari mulut ke mulut. Mulai dari Nabi kepada para sahabat, dari sahabat yang satu ke sahabat yang lain, dan dari seorang imam ahli bacaan yang satu kepada imam yang lain (Abdul Djalal, 1998).

Pada periode pertama ini, al-Qur’an belum dibukukan, sehingga dasar pembacaan dan pelajarannya adalah masih secara lisan. Pedomannya adalah Nabi dan para sahabat serta orang-orang yang sudah hafal al-Qur’an. Kondisi ini berlangsung terus sampai masa sahabat, masa pemerintahan khalifah Abu Bakar ra. dan Umar ra. Pada masa kekhalifahan ini, kitab al-Qur’an sudah dibukukan dalam satu mushhaf. Pembukuan al-Qur’an tersebut merupakan ikhtiar khalifah Abu Bakar ra. atas inisiatif Umar bin Khattab ra. Pada masa pemerintahan khalifah Utsman bin Affan ra. mushhaf al-Qur’an disalin dan dibuat banyak, serta dikirim ke daerah-daerah Islam yang pada waktu itu sudah menyebar luas guna menjadi pedoman bacaan pelajaran dan hafalan al-Qur’an (Djalal, 1998). Dengan penyebaran al-Qur’an yang menjangkau wilayah yang luas ini, diharapkan akan semakin memudahkan orang untuk membaca dan mempelajari al-Qur’an, bahkan dapat menjadikan al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya.

Karena itu agar kita mampu membaca dan mempelajari al-qur'an dengan baik diperlukan metode dan cara-cara tertentu hingga kita dapat menjadikan Al-qur'an sebagai pedoman hidup kita sehari-hari :

Rahasia sukses agar mampu membaca Al-Qur'an

1. Tergantung Hidayah Allah SWT
2. Memiliki niat yang sungguh-sungguh
3. Tergantung metode yang digunakan
4. Pengajar yang profesional
5. Al-Qur-an di pelajari sungguh-sungguh secara kotinyu

Kunci Pokok Untuk Membaca Al-qur-an dengan Baik dan Benar

1. Memahami huruf Hijaiyyah "Alif" s.d "Ya"
2. Mengerti Tanda-tanda baca
3. Mengusai Ilmu Tajwid

3 (tiga) Prinsip dalam pembacaan Al-Qur-an agar di Katakan Tartil

1. Konsisten terhadap Pembacaan Mad dan Ghunnah
2. Fasih dalam Pengucapan Huruf-huruf Hijaiyah
3. Mampu Melafalkan ayat-ayat Gharibah secara Baik dan Benar.
- Hallo Gan Informasi Tecnologhy .

RAHASIA CEPAT BELAJAR MEMBACA AL-QUR-AN
Judul Artikel : RAHASIA CEPAT BELAJAR MEMBACA AL-QUR-AN

lihat juga


Selasa, 19 Januari 2016

PIN DAN LAMBANG KORPRI TERBARU 2016

Lambang dan simbol KORPRI adalah lambang organisasi KORPRI (Korps Pegawai Republik Indonesia) dengan bentuk dasar terdiri dari: Pohon, Bangunan berbentuk balairung serta Sayap yang dilengkapi dengan berbagai ornamennya.

Bagian Pokok :

POHON dengan 17 ranting, 8 dahan dan 45 daun, yang melambangkan perjuangan sesuai dengan fungsi dan peranan KORPRI sebagai Aparatur Negara RI yang dimulai sejak diproklamasikannya Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17-8-1945.

BANGUNAN berbentuk balairung dengan lima tiang, melambangkan tempat dan wahana sebagai pemersatu seluruh anggota KORPRI, perekat bangsa pada umumnya untuk mendukung Pemerintah RI yang stabil dan demokratis dalam upaya mencapai Tujuan Nasional dengan berdasarkan Pancasila dan Jatidiri, Kode Etik serta Paradigma Baru KORPRI.

SAYAP yang besar dankuat ber-elar 4 di tengah dan 5 di tepi melambangkan pengabdian dan perjuangan KORPRI untukmewujudkan organisasi yang mandiri dan profesional dalam rangka mencapai cita-cita kemerdekaan Bangsa Indonesia yang luhur dan dinamis berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Bentuk

Gambar bersifat simestris dua, dengan ukuran sesuai gambar tinggi 48 cm dan lebar 38 cm.
Ukuran-ukuran bagian pohon: tinggi pohon di atas rumah 16 cm; lebar pohon diantara ujung daun yang paling tepi 26 cm; lebar batang pohon di atas rumah 1,5 cm, berangsur-angsur meruncing ke atas.

Ukuran-ukuran Bangunan balairung: lebar tiap bagian atas 4 cm; lebar atap bagian bawah 24 cm; tinggi atap 4 cm; dan lebar rumah dari kiri sampai kanan 15,5 cm. Tinggi dinding rumah 3,7 cm; lebar tiang 1,5 cm; lebar pintu 2 cm; tinggi pintu 3,5 cm; lebar tangga atas 18,5 cm; lebar tangga tengah 21 cm; lebar tangga bawah 24 cm; tinggi tangga atas 0,5 cm; dan tinggi tangga tengah 0,7 cm.

Ukuran-ukuran bagian sayap: ujuang sayap yang tertinggi terletak 6 cm dari garis-garis atas dan 8 cm dari garis pinggir; Pertemuan sayap di bawah tepat pada garis vertikal di tengah-tengah sejauh 3,5 cm dari bawah; Pertemuan dari pangkal sayap selebar 2,5 cm dari bawah; Dua ujung-ujung sayap paling dalam bertolak di titik 11 cm dari pinggir dan 24 dari atas; Dua sayap bawah menyentuh garis sejauh 10 cm dari pertengahan garis bawah.

Makna

Pengambilan motif pohon didasarkan atas tradisi Bangsa Indonesia yang menggunakan motif tersebut sebagai lambang kehidupan masyarakat
 
Motif balairung melambangkan tempat dan wahana yang menghimpun seluruh anggota KORPRI guna mewujudkan Aparatur Negara yang netral, jujur dan adil, bersih serta berwibawa untuk mendukung Pemerintahan RI yang stabil dan demokratis dalam mencapai cita-cita dan Tujuan Nasional.
 
Kelima tiang dari balairung melukiskan Pancasila sebagai dasar dalam kehidupan berorganisasi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
 
Motif sayap melambangkan kekuatan/kiprah/perjuangan KORPRI untuk mewujudkan organisasi yang mandiri, dinamis dan modern serta profesional dalam rangka mendukung terwujudnya cita-cita dan tujuan nasional RI
 
Pangkal kedua sayap bersatu di tengah melambangkan sifat persatuan KORPRI di dalam satu wadah yang melukiskan jiwa korsa yang bulat sebagai alat yang ampuh, berstau padu dan setia kepada Pemeirntah untuk menyelenggarakan tugas-tugas umum Pemerintahan dan pembangunan serta kemasyarakatan
 
Sayap yang mendukung balairung dan pohon menggambarkan hakekat tugas KORPRI sebagai pengabdi masyarakat yang mengutamakan kepentingan umum, Bangsa dan Negara
 
Pondamen yang melandasi dan mendukung balairung adalah sebagai loyalitas tunggal KORPRI terhadap Pemerintan dan Negara, karena fungsi dan pondamen tiada lain adalah memberi kekokohan dan kemantapan bagi bangunan yang berada di atasnya
 
Pohon dengan dahan dan kedaunan yang tersusun rapi teratur melambangkan peran KORPRI sebagai pengayom dan pelindung bangsa sesuai dengan fungsi dan peranannya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat di dalam Negara Republik Indonesia
 
Lantai gedung balairung yang tersusun harmonis piramidal, melambangkanmental mutu/watak anggota KORPRI yang netral, jujur, adil yang tidak luntur sepanjang masa bekerja tanpa pamrih hanya semata untuk kepentingan bangsa dan negara
 
Warna emas dari lambang mempunyai arti keluhuran dan keagungan cita-cita kemerdekaan Bangsa Indonesia
Atribut, Lencana, lambang-korpri

Lencana adalah lambang KORPRI yang diperkecil dengan ukuran tinggi 1,5 x 2 cm, dibuat dari logam dan bahan lain yang berwarna kuning emas. Penggunaannya dipasang pada baju seragam dinas atau seragam KORPRI di bagian dada atas sebelah kiri, sebagai bagian identitas PNS/ anggota KORPRI.
Pin-Lencana-Lambang Korpri terbaru 2016 lencana korpri yang digunakan PNS harus sesuai dengan kepangkatan dan golongan Jabatan. Adapun kepangkatan itu terbagi atas 4 kelompok,

Kelompok “Juru” atau Golongan I menggunakan Lencana KORPRI ASN warna merah:


I/a dinamakan juru muda
I/b dinamakan juru muda tingkat I
I/c dinamakan juru
I/d dinamakan juru tingkat I

Kelompok “Pengatur” atau Golongan II menggunakan Lencana KORPRI ASN warna hitam:

II/a dinamakan pengatur muda
II/b dinamakan pengatur muda tingkat I
II/c dinamakan pengatur
II/d dinamakan pengatur tingkat I

Kelompok “Penata” atau Golongan III menggunakan Lencana KORPRI ASN warna biru :

III/a dinamakan penata muda
III/b dinamakan penata muda tingkat I
III/c dinamakan penata
III/d dinamakan penata tingkat I

Kelompok “Pembina” atau Golongan IV menggunakan Lencana KORPRI warna kuning :

IV/a dinamakan Pembina
IV/b dinamakan Pembina tingkat I
IV/c dinamakan Pembina utama muda
IV/d dinamakan Pembina utama madya
IV/e dinamakan Pembina utama.

Demikian mengenai pin atau lambang logo Korpri terbaru tahun 2016, semoga bermanfaat. terimakasih. Wassalam....
- Hallo Gan Informasi Tecnologhy .

PIN DAN LAMBANG KORPRI TERBARU 2016
Judul Artikel : PIN DAN LAMBANG KORPRI TERBARU 2016

lihat juga


PANCA PRASETYA KORPRI MAKNA DAN PENJABARANNYA



PANCA PRASETYA KORPRI

KAMI ANGGOTA KORPS PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA, INSAN YANG BERIMAN DAN BERTAQWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA BERJANJI:
  1. SETIA DAN TAAT KEPADA NEGARA KESATUAN DAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA YANG BERDASARKAN PANCASILA DAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945;
  2. MENJUNJUNG TINGGI KEHORMATAN BANGSA DAN NEGARA, SERTA MEMEGANG TEGUH RAHASIA NEGARA;
  3. MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN NEGARA DAN MASYARAKAT DI ATAS KEPENTINGAN PROBADI DAN GOLONGAN;
  4. MEMELIHARA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA SERTA KESETIAKAWANAN KORPS PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA;
  5. MENEGAKKAN KEJUJURAN, KEADILAN, DAN DISIPLIN SERTA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN DAN PROFESIONALISME.

PENJELASAN PANCA PRASETYA KORPRI :

Pada umumnya yang dimaksud dengan Kode etik adalah aturan tata susila, sikap akhlak, dan nilai-nilai yang menjadi pedoman bagi anggota kelompok profesi tertentu dalam bersikap, berperilaku dan melaksanakan kegiatan.

Di dalam kehidupan sehari-hari setiap manusia memiliki keterkaitan dengan lingkungan. Di lingkungan keluarga, kehidupan probadi dibatasi oleh norma-norma ataupun pedoman hidup yang berasal dari adat dan agama. Dalam kehidupan berorganisasi, setiap anggota dibatasi oleh tata tertib organisasi yang bersangkutan yang bersifat mengikat untuk dilaksanakan secraa disiplin dengan sanksi tertentu apabila dilanggar.

KORPRI sebagai suatu organisasi, dalam MUNAS I KORPRI tahun 1978, telah menetapkan Kode Etik KORPRI Sapta Prasetya KORPRI, yang dalam perkembangannya telah diadakan penyempurnaan dalam perumusannya pada MUNAS III KORPRI tahun 1989.

Sejalan denganKeputusan MUNAS V KORPRI tahun 1999, dirasa perlu untuk mengubah Kode Etik yang telah ada menjadi Kode Etik KORPRI yang dinamakan Panca Prasetya KORPRI.

Pada hakikatnya kedudukan anggota KORPRI adalah insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, warga negara, pejuang, unsur paratur negara, abdi negara, dan abdi masyarakat. Oleh karena itu, sikap danperilaku anggota KORPRI harus mencerminkan hakikat dan kedudukannya yang dirumuskan dalam Panca Prasetya KORPRI.

Untuk dapat mengamalkannya dengan baik, Panca Prasetya KORPRI harus dipahami dan dihayati secara seksama. Dengan demikian diharapkan makna yang terkandung di dalam Kode Etik KORPRI dapat ditegakkan secara arif, tepat, dan taat asas. Apabila tidak demikian halnya, norma tidak akan terwujud di dalamkenyataan.

Dengan Kode Etik Panca Prasetya KORPRI, diharapkan segenap anggoat KORPRI dapat menempatkan kedudukannya selaku pemikir, perencana, pelaksana, pengendali, dan pengawas dalam tugas-tugas pemerintahan di satu pihak serta sebagai pengayom, pembela keadilan dan pejuang untuk kepentingan anggota, serta panutan bagi masyarakat.

MAKNA PANCA PRASETYA KORPRI

Adapun Makna Panca Prasetya Korpri seperti yang tertera dalam perundang-undangan yang mengatur tentang Korps Pegawai Negeri Sipil di Indonesia ini adalah sbb:

INSAN YANG BERIMAN DAN BERTAQWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA

Anggota KORPRI sebagai insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan sepenuh jiwa mengakui bahwa Tuhan YME adalah Sang Maha Pencipta, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Perintah ataupun larangan-Nya adalah untuk kebaikan manusia.

Ketaqwaan yang diwujudkan dalam berbagai bentuk amal dan ibadah merupakan suatu pernyataan terima asih yang luhur kepada Sang Maha Pencipta. Diyakini sedalam-dalamnya bahwa segala perbuatan akan dipertanggngjawabkan kepada Tuhan YME.


PRASETYA PERTAMA : SETIA DAN TAAT KEPADA NEGARA KESATUAN DAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA YANG BERDASARKAN PANCASILA DAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945

Setia Kepada Negara dan Pemerintah
Setia merupakan sikap batin. Dengan demikian, setia kepada Negara dan Pemerintah adalah sikap batin anggota KORPRI yang diwujudkan dengan kesanggupannya untuk membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari segala ancaman dan gangguan.
Pada umumnya kesetiaan timbul dari pengetahuan dan pemhaman atas keyakinan yang mendalam terhadap sesuatu. Oleh sebab itu, setiap anggota KORPRI wajib mempelajari, memahami, dan menghayati cita-cita, ideologi, dasar, dan pandangan hidup negara dan bangsa terutama Pancasila dan UUD 1945.

Taat kepada Negara dan Pemerintah
Adalah kesaggupan dan keikhlasan untuk melakukan apa yang diharuskan dan menghindari apa yag dilarang sesuai dengan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.
Agar ketaatannya dapat terlaksanan dengan baik, setiap anggota KORPRI harus mempelajari kebijaksanaan pemerintah dan perturan perundang-undanngan.

Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
Yang dimaksud dengan Republik Indonesia adalah negara kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustu 1945, yang menempatkan Pancasila sebagai dasar, ideologi, falsafah, dan pandangan hidup bangsa dan negara, sesuai UUD 1945.


PRASETYA KEDUA: MENJUNJUNG TINGGI KEHORMATAN BANGSA DAN NEGARA, SERTA MEMEGANG TEGUH RAHASIA NEGARA

Menjunjung tinggi kehormatan Bangsa dan Negara
Menjunjung tinggi adalah menempatkan sesuatu pada tempat yang semestinya, dengan tujuan menghormati atau menghargainya.
Kehormatan Bangsa dan Negara adalah menyangkut martabat, harga diri, nilai-nilai luhur yang hidup di dalam masyarakat, dan cita-cita bangsa.
Dengan demikian, pengertian menjunjung tinggi kehormatan Bangsa dan Negara ialah menjunjung tinggi norma-norma yang hidup serta cita-cita Bangsa dan Negara Indonesia.
Anggota KORPRI harus menghindari setiap tindakan dan tingkah laku yang dapat menurunkan atau mencemarkan kehirmatan Bangsa dan Negara.

Memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia negara
Memegang teguh, adalah suatu janji yang tidak mudah dilepaskan begitu saja dengan imbalan apapun.
Rahasia adalah berupa rencana, kegiatan, atau tindakan yang akan, sedang, atau telah dilaksanakan yang tidak boleh diketahui oleh yang tidak berhak.
Anggota KORPRI selalu memegang teguh rahasia jabatan, yaitu rahasia yang menyangkut hubungannya dengan suatu instansi dan dibuat oleh pimpinan instansi yang bersangkutan. Rahasia negara meliputi seluruh atau sebagian besar kepentingan negara.


PRASETYA KETIGA: MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN NEGARA DAN MASYARAKAT DI ATAS KEPENTINGAN PRIBADI DAN GOLONGAN

Kepentingan Negara
Kepentingan Negara adalah bagian dari cita-cita bangsa untuk membangun, memelihara, menciptakan masyarakat adil makmur serta mamajukan bangsa agar dapat duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Kepentingan Pribadi dan Golongan
Kepentingan Pribadi adalah kepentingan diri sendiri dan keluarganya. Sedangkan kepentingan golongan adalah kepentingan kelompok, suku, agama, ras, dan golongan. Anggota KORPRI sebagai abdi negara dan abdi masyarakat harus selalu memberikan layanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat tanpa diskriminasi dengan mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.


PRASETYA KEEMPAT: MEMELIHARA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA SERTA KESETIAKAWANAN KORPS PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA

Memelihara
Memelihara adalah kemauan yang kuat dari lubuk hati yang dalam untuk terus-menerus tanpa henti menjaga dan mengelola.

Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Adalah merupakan efek sinergi dan saling ketergantungan antara berbagai unsur dalam masyarakat, yang terdapat di dalam negara.
Persatuan dan kesatuan bangsa harus diutamakan karena dengan persatuan dan kesatuan itu akan dapat dicapai karya-karya besar dalam rangka mewujudkan tujuan negara.
Sejarah telah mencatat bahwa atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa ternyata hanya Pancasila yang dapat mempersatukan bangsa Indonesia. Dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, setiap anggota KORPRI harus berusaha, antara lain: Menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pncasila di dalam kehidupannya sehari-hari; Meningkatkan kerukunan hidup antar umat beragama an meningkatkan kerjasama di antara rakyat Indonesia yang memeluk agama yang berbeda-neda; Menghormati adat istiadat dankebiasaan golongan masyarakat; serta Meningkatkan kepedulian dan kesetiakawanan sosial, khususnya terhadap lapisan masyarakat yang ertinggal di dalam pembangunan.

Kesetiakawanan Korps Pegawai Republik Indonesia
Adalah merupakan sikap batin yang positif setiap anggota KORPRI yang merasa senasib sepenanggungan di dalam mencapai visi dan misi bersama yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.


PRASETYA KELIMA: MENEGAKKAN KEJUJURAN, KEADILAN, DAN DISIPLIN SERTA MENINGKATKAN KESEJAGTERAAN DAN PROFESIONALISME

Menegakkan kejujuran, keadilan, dan kedisiplinan
Adalah usaha yag sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan tanpa kenal menyerah dengan mengharapakn ridho dari Tuhan Yang Maha Kuasa, berupaya untuk mewujudkan keseimbangan antara hak dan kewajiban dengan mengedepankan penegakan hukum tanpa pandang bulu, serta senantiasa mentaati peraturan perundangan

Meningkatkan kesejahteraan
Adalah kondisi terpenuhinya kebutuhanlahir dan batin sebagai hasil perjuangan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Profesionalisme
Adalah kemampuan untuk melaksanakan tugas di bidang masing-masing dengan tingkat kompetensi yang tinggi dalam rangka meningkatkan pengabdian kepada negara dan pelayanan kepada masyarakat.

Demikian mengenai makna Panca Prasetya korpri beserta makna dan penjabarannya, terimakasih, semoga bermanfaat. untuk semua Pegawan Negeri Sipil atau PNS di seluruh Indonesia.
- Hallo Gan Informasi Tecnologhy .

PANCA PRASETYA KORPRI MAKNA DAN PENJABARANNYA
Judul Artikel : PANCA PRASETYA KORPRI MAKNA DAN PENJABARANNYA

lihat juga


Kamis, 14 Januari 2016

PENGERTIAN MOTIVASI UNTUK PNF (PENDIDIKAN NON FORMAL)

A. PENGERTIAN MOTIVASI

Menurut para ahli, Motivasi berasal dari bahasa Yunaniyaitu : MOVERE yang berarti TO MOVE. TO MOVE artinyamenggerakan, dorongan atau gejolak. Pendapat lain mengatakan bahwa Motivasi berasal dari kata MOTIF.

1. Pengertian Motif
Bermacam-macam arti kata motif telah dikemukakan oleh para ahli, diantarnya ialah :
a. Motif adalah dasar/alasan/latar belakang/dorongan.
b. Motif adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu.
c. Motif adalah daya penggerak dari dalam dan dari luar subyek untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai tujuan.
d. Motif adalah sebab-sebab yang menjadi dorongan atau tindakan seseorang melakukan sesuatu.

Contoh
1) "Akhmad makan, karena lapar"
Makan adalah aktifitas/perbuatan, sedangkan lapar adalah motif. Jadi yang mendorong Pak Ahmad makan ialah karena Ia merasa lapar.

2) "Akhmad Menjadi warga belajar, karena ingin memperoleh ilmu pengetahuan",

Menjadi warga belajar adalah aktifitas/perbuatan, sedangkan ingin memperoleh ilmu pengetahuan adalah motif. jadi yang mendorong Akhmad menjadi warga belajar ialah karena ia ingin memperoleh ilmu pengetahuan.

2. Pengertian Motivasi
Telah banyak dikemukakan oleh para pakar tentang pengertian motivasi. Ada yang bersifat umum dan ada pula yang bersifat khusus. Beberapa pengertian tentang motivasi tersebut adalah :
a. Motivasi ialah kegiatan memberikan dorongan kepada seseorang atau diri untuk berbuat sesuatu dalam rangka mencapai kepuasan atau tujuan.
b. Motivasi ialah usaha untuk membangkitkan keinginan seseorang atau kelompok agar orang atau kelompok itu berbuat sesuatu sesuai dengan yang dikehendaki.
c. Motivasi ialah daya penggerak yang telah aktif.
d. Motivasi ialah proses-proses dalam yang menetukan gerak atau tingkah laku individu atau kelompok kepada tujuan- tujuan.
e. Motivasi ialah setiap perasaan atau keinginan yan  sangat mempengaruhi kemauan orang, sehingga individu/kelompok didorong untuk bertindak.

3. Pengertian Motivasi PNF
Motivasi PNF adalah suatu upaya menggerakan kelompok saran agar ikut serta berpartisipasi dalam program Pendidikan Non Formal (PNF) yang akan dilaksanakan.


B. TUJUAN MOTIVASI

Setiap aktifitas/perbuatan yang dilaksanakan oleh manusia senantiasa mempunyai tujuan atau sesuatu yang diharapkan. Tujuan-tujuan tersebut ada yang bersifat umum dan ada pula yang bersifat khusus. Disamping itu tujuan-tujuan tersebut ada yang sudah jelas, namun ada pula yang masih samar-samar. Demikian pula halnya dengan motivasi, sudah tentu mempunyai tujuan baik umum maupun khusus.

1. Tujuan Motivasi secara Umum adalah :
a. Untuk memberikan dorongan kepada seseorang atau kelompok agar berbuat sesuatu dalam rangka mencapai suatu kepuasan atau tujuan.
b. Untuk membangkitkan keinginan seseorang atau kelompok agar orang itu berbuat sesuatu sesuai dengan yang dikehendaki.

2. Tujuan motivasi secara khusus (Motivasi PNF)
Untuk memberikan dorongan atau membangkitkan keinginan seseorang atau kelompok yang terkait dalam kegiatan PNF agar dapat berbuat sesuatu demi mencapai tujuan yang diinginkan.

C. FUNGSI MOTIVASI

Manusia adalah mahluk yang dinamis. Meskipun demikian manusia masih perlu didorong, diarahkan dan diseleksi segala aktivitas supaya dapat mencapai tujuan.

Untuk melakukan hal tersebut di atas dilaksanakan kegiatan motivasi. Jadi dapat disebutkan fungsi dari pada motivasi adalah :

1. Sebagai pendorong manusia berbuat.
Tidak semua manusia mau melakukan aktifitas, walaupun aktifitas tersebut sangat bermanfaat bagi dirinya. Untuk itu manusia tersebut perlu dimotivasi agar ia mau melakukan aktifitas tersebut. Sebagai contoh, seorang calon warga belajar (kelompok sasaran) semula belum mau menjadi warga belajar, walaupun menjadi warga belajar itu sangat baik dan bermanfaat bagi dirinya. Oleh karena itu Calon warga belajar (Kelompok sasaran) tersebut perlu dimotivasi, agar ia mau menjadi warga belajar.

2. Sebagai penentu arah perbuatan
Banyak orang melakukan aktivitas, tetapi tidak mencapai sasaran yang diinginkan, Hal ini karena aktivitas yang dilakukan tidak terarah. Untuk mengarahkannya diperlukan motivasi sebagai penentu arah motivasi dapat menjadikan suatu aktifitas lebih efektif dan efisien, sehingga tujuan lebih mudah tercapai.

3. Sebagai penyeleksi arah perbuatan 
Terlalu banyaknya aktifitas terkadang membuat seseorang sulit untuk menentukan aktivitas mana yang harus dilakukan yang sesuai dengan tujuan. UNtuk itu dilakukan motivasi, agar orang tersebut bisa melakukan aktivitas mana yang bisa mencapai tujuan, dan aktivitas mana yang kurang menunjang tercapainya tujuan.

Sebagai contoh, seorang calon warga belajar (kelompok sasaran) dihadapkan dengan berbagai kegiatan yang ada di dalam kelompok belajar. Sehingga ia bingung untuk menentukan kegiatan mana yang harus ia ikuti dalam kelompok belajar tersebut.

Dalam kondisi yang demikian itu Calon warga belajar (kelompok sasaran) tersebut perlu dimotivasi, agar ia bisa memahami arti kebutuhan belajar sehingga kemudian dapat menentukan pilihan yang tepat sesuai dengan harapannya.

Sebagai penyeleksi perbuatan, motivasi dapat lebih memantapkan aktifitas seseorang, sehingga akan lebih mudah dan lebih cepat mencapai tujuan.

Sumber: Buku Modul Teknik-teknik Motivasi Dirjen PNF Depdiknas Jakarta 2009
- Hallo Gan Informasi Tecnologhy .

PENGERTIAN MOTIVASI UNTUK PNF (PENDIDIKAN NON FORMAL)
Judul Artikel : PENGERTIAN MOTIVASI UNTUK PNF (PENDIDIKAN NON FORMAL)

lihat juga


Selasa, 05 Januari 2016

CARA MEMOTIVASI DAN TEKNIK-TEKNIK MOTIVASI

Visiuniversal--Warga belajar dan Siswa Sekalian, kemaren kita sudah membahas tentang sebuah teori motivasi dari Maslow, dimana Maslow berpendapat bahwa motivasi terkait dengan tingkatan dari kebutuhan manusia. Selain teori Maslow sebenarnya telah banyak dikemukakan oleh para ahli tentang pengertian Motivasi. Ada yang bersifat umum dan ada pula yang bersifat khusus (Baca juga pengertian dan Jenis-jenis motivasi !!).

Banyak sekali teknik yang dapat digunakan dalam kegiatan motivasi. Teknik-teknik tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Suatu teknik sangat baik diterapkan pada kondisi tertentu, tetapi kurang efektif  pada kondisi yang lain. Oleh karena itu yang terpenting adalah bagaimana menentukan suatu teknik yang cocok pada kondisi yang ada, sehingga motivasi dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Di bawah ini dijelaskan teknik-teknik yang dapat diterapkan oleh motivator  dalam memotivasi kelompok sasaran agar mau menjadi warga belajar.

Teknik-teknik tersebut adalah :

A. Teknik Ajakan (Persuasi) yaitu :
Suatu teknik motivasi yang dilakukan dengan cara menjelaskan atau mengajak kelompok sasaran agar memahami dan mau menjadi warga belajar untuk belajar sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya.

Pada teknik ini motivator menunjukan manfaat dari suatu kegiatan atau program belajar dan menunjukan akan bahayanya bila tidak mengikuti kegiatan belajar tersebut.

Dengan harapan kelompok sasaran menyadari akan manfaat suatu kegiatan belajar dan termotivasi dirinya untuk melakukan kegiatan belajar yang dianjurkan tersebut.

B. Teknik Rangsangan (Stimulasi) yaitu :
Suatu teknik motivasi yang dilakukan dengan cara menjelaskan atau merangsang kelompok sasaran dengan imbalan tertentu sehingga memahami dan mau menjadi warga belajar untuk belajar sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya.

Pada teknik ini Motivator merangsang kelompok sasaran agar mau menjadi warga belajar untuk mengikuti program belajar yang akan dilaksanakan dengan cara menyediakan hadiah, memberikan berbagai bentuk penghargaan, dengan cara perlombaan atau pemberian harapan.

C. Teknik sangsi atau Paksaan Sosial yaitu :

Suatu teknik motivasi yang dilakukan dengan cara menjelaskan dan menekankan akibat (sangsi) yang akan dialami oleh kelompok sasaran, sehingga mereka mengerti dan mau menjadi warga belajar untuk belajar sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya. Pada teknik ini motivator memberikan ancaman ringan kepada kelompok sasaran yang tidak mau menjadi warga belajar tanpa alasan tertentu.

D. Teknik Riak Air yaitu :

Suatu teknik motivasi yang dilakukan dengan cara menjelaskan atau menyampaikan pesan dengan menggunakan sasaran antara. Pada teknik ini motivator menyampaikan pesan yang isinya mengenai kegiatan belajar dengan menggunakan sasaran antara, kemudian sasaran antara tersebut tersebut akan menyebarluaskan kepada kelompok sasaran.

E. Teknik Tempat Strategis yaitu :
Suatu teknik motivasi yang dilakukan dengan cara memilih tempat-tempat tertentu yang dianggap strategis seperti pasar, warung, surau, tempat-tempat hiburan dan lain-lain. Pada teknik ini motivator dalam menyampaikan motivasi selalu melihat situasi dimana motivasi itu dapat dilakukan.

F. Teknik Anjangsana (Kunjungan ke rumah/kunjungan keluarga) yaitu :

Suatu teknik motivasi yang dilakukan dengan cara mengunjungi atau mendatangi rumah kelompok sasaran.

Pada teknik ini motivator mendatangi rumah kelompok sasaran dan di sana ia menjelaskan, mendiskusikan dan melakukan tanya jawab mengenai bahan atau materi motivasi dengan tujuan yang telah dirumuskan.

G. Kunjungan ketempat kerja yaitu :

Suatu teknik motivasi yang dilakukan dengan cara mendatangi tempat kerja kelompok sasaran

Pada teknik ini motivator menjelaskan, mendiskusikan dan melakukan tanya jawab dengan kelompok sasaran.

H. Teknik Undangan yaitu :

Suatu teknik motivasi yang dilakukan dengan cara mengundang kelompok sasaran ke suatu tempat.

Dalam memilih tempat untuk pelaksanaan motivasi hendaknya dipilih tempat yang mudah dijangkau oleh para kelompok sasaran seperti Balai Desa, Gedung Sekolah, Lapangan, Mesjid dan lain-lain sebagainya.

I. Teknik penggunaan Media Tertulis dan Media Non Tertulis yaitu :
Suatu teknik motivasi yang dilakukan dengan cara menggunakan media tertulis dan media non tertulis kepada kelompok sasaran.

Pada teknik ini motivator tidak mendatangi warga belajar secara langsung, tetapi ia menggunakan media baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis kepada warga belajar. Media tertulis yang sering digunakan dalam teknik ini adalah :
  • Bulletin
  • Poster
  • Leaflet
  • Folder
  • dan lain sebagainya

Sedangkan media non tertulis yang sering dipakai adalah :
  • Film
  • kaset
  • Siaran Radio
  • Slide
  • dan sebagainya.

Dari teknik-teknik yang telah dijelaskan di atas, dapat dipilih mana lebih cocok dengan situasi dan kondisi yang ada.

Sumber: Disarikan dari Buku Teknik-teknik Motivasi Proyek Pembinaan Tenaga pendidik Dirjen PLS Debdikbud Jakarta 2009
- Hallo Gan Informasi Tecnologhy .

CARA MEMOTIVASI DAN TEKNIK-TEKNIK MOTIVASI
Judul Artikel : CARA MEMOTIVASI DAN TEKNIK-TEKNIK MOTIVASI

lihat juga